Bye September Kripto Naik Sepekan Koin Ini Terbang 93

Jakarta, CNBC Indonesia - Mayoritas nilai mata uang kripto (cryptocurrency) berkapitalisasi pasar (market cap) terbesar melesat selama sepekan, karena investor optimis bahwa pada Oktober kripto akan kembali pulih setidaknya seperti pada Juli lalu.
Menurut data dari CoinMarketCap, Sabtu (2/10/2021), pukul 14.51 WIB, harga koin kripto dengan market cap terjumbo bitcoin melesat 6,89% selama 24 jam terakhir. Sementara, selama sepekan, koin kripto tertua ini terkerek naik 12,40%.
Kemudian, koin dengan market cap terbesar nomor dua ethereum berhasil mencuat 6,63% dibandingkan hari sebelumnya. Seperti bitcoin, dalam sepekan ethereum terdongkrak 13,15%.
Berikut tabel kinerja 10 besar koin kripto dalam 24 jam terakhir dan sepekan.
Rapor 10 Besar Koin Kripto dalam Sepekan
Koin Kripto
Harga Terakhir (US$)
% 24 Jam
% Sepekan
Bitcoin
47,831.60
6.89
12.40
Ethereum
3,289.10
6.63
13.15
Cardano
2.22
3.55
-5.04
Binance Coin
419.02
4.97
18.52
Tether
1.00
0.01
-0.10
XRP
1.02
5.37
8.18
Solana
159.07
11.64
12.94
USD Coin
0.9999
-0.03
-0.10
Polkadot
32.13
9.30
5.04
Dogecoin
0.2183
6.74
4.46
Sumber: Coinmarketcap.com | Harga terakhir per 2 Oktober 2021, pukul 14.51 WIB
Menurut data di atas, dari 10 besar koin kripto terjumbo, sembilan di antaranya menguat hari ini. Hanya koin USD Coin yang turun tipis 0,03%. Sementara, selama sepekan, tujuh kripto raksasa berhasil melesat, sedangkan Cardano menjadi yang paling ambles, yakni 5,04%.
Adapun top gainers dalam 24 jam terakhir direngkuh koin Axie Infinity yang melambung 50,51% ke US$ 117,63/koin. Berbeda nasib, koin dYdX menjadi top losers dengan turun 1,76% ke US$ 23,15/koin.
Sementara itu, kendati pada hari ini terkoreksi, koin dydX menjadi top gainers dalam sepekan dengan melambung 93,59%. Di kutub lain, koin Celo harus rela menjadi koin 'pecundang' setelah anjlok 11,87% dalam seminggu.
Sepanjang bulan September, bitcoin sudah melemah hingga 11%, lebih buruk jika dibandingkan dengan pelemahan indeks S&P 500 yang melemah 4% sepanjang bulan September.
Bulan September juga menjadi bulan ditakuti oleh investor di kripto, seperti layaknya pasar saham yang juga serupa di bulan September, jika dilihat dari historisnya. Fenomena jatuhnya pasar saham dan kripto di bulan September dikenal dengan September effect.
Ini bukan kali pertamanya cryptocurrency berjatuhan di bulan September. Tren bearish di pasar kripto pada September telah diamati selama empat tahun terakhir.
Namun, beberapa analis mengamati bahwa September effect di kripto sudah jauh berkurang selama beberapa tahun terakhir.
Sejumlah analis mengharapkan pada bulan Oktober kripto dapat pulih setidaknya seperti pada bulan Juli lalu. Secara historis, bitcoin menghasilkan return positif pada kuartal keempat dan itu dapat membatasi tekanan jual investor.
Sebelumnya, pada September tahun ini, sentimen negatif datang dari krisis likuiditas perusahaan properti terbesar kedua di China, yakni Evergrande Group, di mana dampak dari krisis tersebut membuat pasar aset berisiko seperti saham dan kripto berjatuhan pada pertengahan September.
Seperti diketahui, Evergrande terbebani utang lebih dari US$ 300 miliar atau setara Rp 4.290 triliun, dan hingga saat ini masih terus berjuang untuk mengumpulkan dana.
Permasalahan Evergrande muncul ke permukaan setelah adanya dua kali peringatan pada awal September akan kemungkinan gagal bayar (default) utangnya.
Evergrande pun telah melewatkan satu pembayaran kupon obligasi senilai US$ 83,5 juta pada pekan lalu. Kupon obligasi itu merupakan bagian dari utang luar negerinya yang akan jatuh tempo pada Maret 2022 dan bernilai US$ 2 miliar atau Rp 29 triliun.
Selain karena masalah keuangan Evergrande, pemerintah China yang kembali mempertegas sikap kerasnya terhadap industri kripto juga sempat membebani pergerakan kripto pada awal pekan terakhir di September.
China resmi menganggap bahwa aktivitas terkait kripto adalah ilegal, baik transaksi maupun penambangan.
TIM RISET CNBC INDONESIA
[Gambas:Video CNBC]
0 Response to "Bye September Kripto Naik Sepekan Koin Ini Terbang 93"
Post a Comment